Zakat Mall
Zakat merupakan salah satu kewajiban bagi umat muslim. Selain menambah pahala, menunaikan zakat juga bisa menambahkah ketenangan hati. Ketika kamu mengeluarkan zakat dengan ikhlas, kamu bisa membantu untuk meringankan beban orang lain.
Kebahagiaan yang muncul pada orang lain, tanpa disadari bisa melahirkan kemudahan di dalam hidupmu. Karena sejatinya sebuah kebaikan akan melahirkan kebaikan yang lain.
Begitu juga dengan zakat, ibadah ini juga bisa menjadi pembersih hartamu. Menurut bahasa, zakat adalah bersih, terpuji dan suci. Ini sesuai dengan fungsi zakat yang sebagai pembersih diri.
Zakat juga sering dikatakan sebagai kadar harta tertentu yang dikeluarkan umat muslim kepada orang-orang yang berhak menerima zakat. Dengan mengeluarkan zakat, kamu juga bisa memberikan ketenangan terhadap sesama dan membuat hidup lebih bersyukur.
Bahkan yang bisa merasakan kebaikan ini tidak hanya kamu saja, orang lain juga bisa merasakan dampak baiknya. Begitu juga dalam zakat mal, ada beberapa keutamaan yang bisa didapatkan dari zakat mal, di antaranya:
1. Menghindari kesenjangan sosial.
2. Pilar amal jamai antara yang kaya dengan para mujahid dan dai yang berjuang dalam rangka meninggikan kalimat Allah.
3. Membersihkan dan mengikis akhlak buruk.
4. Alat pembersih harta dan penjagaan dari ketamakan orang jahat.
5. Ungkapan rasa syukur atas nikmat Allah SWT.
6. Untuk pengembangan potensi umat.
7. Menambah pendapatan negara untuk proyek-proyek yang berguna bagi umat.
8. Memberantas penyakit hati.
9. Dapat menyucikan diri dari dosa, memurnikan jiwa (menumbuhkan akhlak mulia menjadi murah hati, peka terhadap rasa kemanusiaan) dan mengikis sifat kikir serta serakah.
10. Mewujudkan tatanan masyarakat yang sejahtera, di mana hubungan seseorang dengan yang lainnya menjadi rukun, damai, dan harmonis.
syarat orang yang wajib zakat mal.
1. Beragama Islam.
2. Merdeka
3. Baligh dan berakal
4. Milik penuh, artinya harta tersebut memang benar-benar milik orang yang hendak berzakat. Ia mendapatkan hartanya dengan proses yang dibenarkan dalam ajaran Islam dan berhak mengelolanya.
5. Tidak memiliki utang
6. Mencapai nishab
7. Mencapai haul atau sudah selama satu tahun
8. Harta tersebut berpotensi untuk bertambah atau berkembang
Syarat orang menerima zakat mal.
Berdasarkan QS At-Taubah ayat 60, Allah menjelaskan beberapa golongan orang yang berhak mendapatkan zakat. Berikut penjelasan untuk golongan-golongan penerima zakat:
1. Fakir yaitu seseorang yang memiliki kebutuhan, tetapi tidak dapat memenuhi kebutuhan hidupnya. Biasanya, mereka tidak memiliki pekerjaan tetap.
2. Miskin yaitu seseorang yang memiliki pekerjaan, tetapi penghasilan tersebut tidak dapat memenuhi kebutuhan pokok sehari-hari.
3. Amilin (pengumpul zakat) yaitu seseorang yang ditunjuk pemerintah atau muslim setempat sebagai pengumpul dan penyalur zakat dari para muzaki (pembayar zakat).
4. Mualaf yaitu seseorang yang telah dirangkul dan dikukuhkan hati mereka dalam Islam. Alasan diberikannya karena untuk memantapkan keimanan mereka.
5. Budak belian yaitu seseorang yang bekerja sebagai asisten rumah tangga pada orang kaya, dan mereka berhak menerima zakat agar terbebas dari perbudakan.
6. Garimin yaitu seseorang yang memiliki utang namun sulit untuk membayarnya. Rasulullah SAW bersabda, "Tidak halal meminta itu, kecuali bagi tiga orang; orang miskin yang demikian rupa, orang yang memikul utang yang berat atau yang akan membayar tebusan darah." (HR Abu Dawud).
7. Fisabilillah yaitu seseorang yang suka rela menyampaikan ilmu ataupun amal kepada orang lain karena keridhaan Allah SWT.
8. Ibnu Sabil (musafir) yaitu seseorang yang terputus dari negerinya, atau sedang dalam perjalanan jauh.

Komentar
Posting Komentar